Wisata Unik di Banyuwangi Ini Tidak Boleh Ada Wisatawan Kecuali Wanita

Posted by

Tahun ini Kota Banyuwangi punya sesuatu yang bisa desbut sebagai ‘produk’ baru buat banyak orang, terutama wisatawan yang sering berpergian menikmati satu demi satu tempat wisata yang ada di Indonesia. Banyuwangi memiliki satu buatan karya dalam kota yaitu sebuah pantai khusus wanita tapi tak boleh ada kegiatan selfie didalamnya. Hari Jumat lalu, tepatnya 3 Februari 2017, Banyuwangi melaunching kalender event 2017 di Gedung Sapta Pesona, Kemenpar Jakarta. Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas juga memberikan informasi terbaru mengenai pariwisata Banyuwangi. “Banyuwangi bakal tersedia club beach for woman, semacam itu pantai khusus wanita,” ujar Anas.

Club beach for woman yang akan datang nantinya dibikin 2 tipe yakni untuk wisatawan publik dan tuk wisatawan kelas menengah keatas. So! traveler wanita yang ingin liburan bareng anak-anak maupun sahabat bisa datang ke sini tanpa terganggu walaupun memakai pakaian minim terhadap mata jelalatan pria hidung belang. Club beach tuk publik bakal nantinya jadi tujuan wisata yang gratis. Akan tetapi club beach kelas menengah keatas bakal dikenakan biaya tuk tiket masuknya jadi perlu biaya tambahan. Namun tuk saat ini tidak ada angka pasti terkait mengenai harga dari tiket masuk khususnyauntuk yang kelas menengah keatas. “Tempatnya ada di Pulau Santen tepatnya di Pantai Bidadari,” tutur Anas. Ini bakal jadi destinasi keluarga khusus wanita serta anak-anak. Hingga para traveler gadis yang hendak liburan namun punya privasi sangat pribadi bisa datang ke sini. “Di pantai yang panjangnya 1 km ini semua wisatawan wanita bisa rekreasi dengan bebas. Namun enggak boleh selfi karena bakal mengganggu wisatawan yang di sisinya,” tutup Anas.

Apa, Ada Rumah di Tengah Laut Kota Banyuwangi?

Banyuwangi sungguh tengah naik daun (populer di mata orang banyak) belakangan ini. Tidak cuma Teluk hijau juga Pantai Plengkung saja yang naik pamor, rupanya Banyuwangi juga memiliki objek wisata yang tersohor dengan sebutan Rumah Apung Bansring. Pengunjung bisa melihat banyak skeali ikan hiu berenang dengan bebas dan mungkin bersama orang disana sampai dengan terumbu karang. Rumah Apung Bansring ini berada di Dusun Krajan, Desa Bansring. Pengelolanya tak lain dan tak bukan ialah merupakan kelompok nelayan tradisional disana yang menamai dirinya Bansring Underwater (Bunder). Bansring Underwater alias bunder ini mulai dioperasionalkan bulan Agustus 2014 kemarin. Dan sekarang sudah banyak turis dan pengunjung domestik tertarik dengan keindahannya

Untuk tiba di lokasi wisata ini, dari jantung Kota Banyuwangi cuma kira-kira 9 km ke jalan Situbondo. Cocoknya, 2 km bagian utara Pantai Watu Dodol. Apabila kesulitan menemukan jalan masuk menuju objek wisata ini, kita boleh bertanya pada orang–orang setempat yang kita jumpai di jalanan. Saat saya kesini saat pertengahan bulan Mei tahun yang lalu, tidak ada tiket masuk yang dipungut pada pengunjung bila cuma bermain di pantai saja. Akan tetapi jika hendak menikmati bermain di rumah apung tersebut, para pengunjung cukup bayar Rp 5.000 saja untuk menikmati suasana didalamnya.

Dengan biaya yang murah tersebut, kita bakal diantarkan naik satu boat dari pantai menuju rumah apung. Rumah apung tersebut memiliki size seluas 27X7 meter. Ada 3 bangunan semacam gazebo, 2 toilet, juga 4 kolam keramba di sekeliling rumah yang berpenghuni dari ikan hias, hiu, lobster, dan kerapu. Para pengunjung umumnya tertarik tuk memberanikan diri rekreasi di kolam keramba yang isinya ikan hiu. Apa pengunjung pun seperti anda ini punya keberanian yang sama tuk mencoba? Jika mau lebih menikmati main di sekeliling rumah apung ini, para pengunjung boleh menyewa peralatan snorkeling dengan biaya Rp 25.000 saja. Dengan snorkeling, pengunjung bisa lihat keindahan bawah laut Bansring yang terdiri dari terumbu karang dan bermacam-macam jenis ikan hias warna-warni.

Leave a Reply

Your email address will not be published.